SURABAYA - Ajang APCERT dan FIRST TC yang diselenggarakan Kemkominfo serta ID-SIRTII di Bali, membuat layanaan data Telkomsel melonjak hingga 100 persen. Konferensi ini membahas perkembangan terkini seputar keamanan internet.
Pada hari biasa di kawasan tersebut layanan data per hari mencapai 11.500 Megabyte. Sedangkan selama 7 hari tembus hingga 22.000 Megabyte. Tak hanya itu lonjakkan juga terjadi pada trafik layanan suara. Tercatat rata-rata trafik layanan suara mencapai 4.400 erlang setiap harinya atau melonjak 150 persen dibandingkan dengan trafik pada hari normal sebesar 1.760 erlang.
Menurut Head of ICT Network Management Telkomsel Bali Nusra Ganot Sunoto, Telkomsel berusaha agar Konferensi APCERT dan FIRST TC 2012 dapat terakomodasi dengan baik. "Setiap saat kami terus memonitor kualitas jaringan untuk memastikan para peserta konferensi dapat berkomunikasi dengan nyaman, baik saat menggunakan layanan suara maupun ketika terkoneksi dengan layanan data," kata Ganot dalam keterangan resminya, Selasa (3/4/2012).
Ganot menerangkan, pelayanan selama konferensi itu menunjukkan angka di atas standar kualitas yang ditetapkan oleh Kemkominfo. Untuk kualitas layanan data, data success rate menunjukkan angka 99,98 persen. Sementara kualitas layanan suara diukur berdasarkan call setup success rate (CSSR) sebesar 99,97 persen dan call completion success rate (CCSR) 99,67 persen. Untuk mengantisipasi lonjakkan itu, sejak akhir Februari 2012 Telkomsel telah melakukan penambahan kapasitas jaringan hingga 2 kali lipat. Sebanyak 17 BTS di sekitar lokasi konferensi seperti wilayah Mengwi, Bedugul, dan Tanah Lot yang menjadi lokasi kegiatan “Amazing Trace."
“Optimalisasi jaringan yang kami lakukan ini merupakan salah satu upaya kami untuk menjamin kenyamanan dan kelancaran komunikasi suara dan data para peserta konferensi," katanya.
Ia juga menjelaskan, Konferensi yang dihelat pada 25-31 Maret 2012 diikuti sebanyak 300 pakar internet dari berbagai negara. Pada tahun ini Konferensi APCERT yang mengambil tema “Cleaning the Cyber Environment" berfokus pada pengembangan dan adopsi dari “Web 2.0”, generasi selanjutnya dunia Cyber. Termasuk Web berbasis komunitas, aplikasi web, situs jaringan sosial, situs berbagi video, wiki dan blog.
Sementara Konferensi FIRST TC yang tahun ini bertema “The Future of Cyber Security” serta turut mengundang Deputi Gubernur BI, Sekjen Dephan, serta Dirjen Aplikasi dan Telematika Kemkominfo sebagai pembicara tamu. Konferensi ini membahas kerentanan, perangkat, serta berbagai isu lain yang mempengaruhi aktivitas operasional tim insiden dan keamanan informasi dalam skala global.